Artifical Intelligence (Kecerdasaan Buatan)

Artifical Intelligence ( Kecerdasaan Buatan)

assalammualaikum wr.wb

Hai, manteman bogger yang hobinya membaca bolgg baik untuk tugas atau hanya iseng-iseng baca blogg, hari ini atau blogg aku yang sekarang itu akan membahas mengenai artifical intellegence atau kecerdasaan buatan atau juga yang gampang di ingat sama manteman dengan AI, hari ini kita mau bahas tentang apa itu artifical intellegence, apa konsepnya, ciri-cirinya apa aja dan contoh dari artificial intelligence itu sendiri, dan aku juga bakal ngebahas sedikit tentang tugas aku yang bakal aku share juga ke kalian tentang Desain Robot Inteligensi Buatan sebagai alat pengajaran medis bebrbasis Pengajaran dan Pembelajaraan Kontekstual, sejenis review jurnal gt Cuma disini bakal aku kasih tau singkatnya.

Yasudah lah ya gengs, dari pada banyak obrol kita mulai ..

Artificial intelligence apa sih itu?
Kecerdasan buatan (AI) memungkinkan mesin untuk belajar dari pengalaman, menyesuaikan input-input baru dan melaksanakan tugas seperti manusia. Sebagian besar contoh AI yang Anda dengar dewasa ini – mulai dari komputer yang bermain catur hingga mobil yang mengendarai sendiri – sangat mengandalkan pembelajaran mendalam dan pemrosesan bahasa alamiah. Dengan menggunakan teknologi ini, komputer dapat dilatih untuk menyelesaikan tugas-tugas tertentu dengan memproses sejumlah besar data dan mengenali pola dalam data.

Sedikit membahas mengenai sejarah dari artificial Intelligence,  istilah kecerdasan buatan diciptakan pada tahun 1956, tetapi AI telah menjadi kian populer saat ini berkat peningkatan volume data, algoritme canggih, dan peningkatan daya serta penyimpanan komputasi.
Riset AI awal pada tahun 1950-an mengeksplorasi topik-topik seperti penyelesaian masalah dan metode simbolik. Pada tahun 1960-an, Departemen Pertahanan AS menaruh minat terhadap jenis pekerjaan ini dan mulai melatih komputer-komputer untuk menirukan penalaran manusia yang mendasar. Misalnya, Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) menyelesaikan proyek pemetaan jalan pada tahun 1970-an. Dan DARPA menghasilkan asisten pribadi cerdas pada tahun 2003, jauh sebelum Siri, Alexa atau Cortana diberi nama.
Pekerjaan awal ini membuka jalan bagi otomatisasi dan penalaran formal yang kita lihat di komputer saat ini, termasuk sistem pendukung keputusan dan sistem pencarian pintar yang dapat dirancang untuk melengkapi serta meningkatkan kemampuan manusia.
Jadi yang aku tau dulu di pemutaran film di Hollywood dan novel, menggambarkan seorang robot yang bernama AI yang mirip dengan manusia, nah si robot itu juga rada jahat sih mau menggambil alih dunia. Tapi gk kok Cuma becanda AI di info yang aku baca dia itu semacam evolusi dari perkembangan teknologi yang gk menakutkan dan lebih pinter dari manusia, sehingga dapat membantu semua pekerjaan manusia, gk semua sih dia gk bisa menggantikan peran  manusai sebagai ibu, dan psikolog karena dia gk punya perasaan, heheh (deeehh) . nah AI telah berevolusi untuk memberikan banyak manfaat spesifik di setiap industri. Teruslah membaca tentang contoh modern kecerdasan buatan dalam perawatan kesehatan, retail, dan lainnya.
Nah, AI tuh sistem kerjanya seperti ini:
AI bekerja dengan menggabungkan sejumlah besar data dengan cepat, pengolahan berulang, dan algoritme cerdas, memungkinkan perangkat lunak untuk belajar secara otomatis dari pola atau fitur dalam data. AI adalah bidang studi luas yang mencakup banyak teori, metode, dan teknologi, serta subbidang utama berikut ini:
·         Pembelajaran mesin mengautomasi pembangunan model analitik. AI menggunakan metode dari jaringan neural, statistik, penelitian operasi, dan fisika untuk menemukan wawasan tersembunyi dalam data tanpa secara eksplisit diprogram untuk tempat mencari atau menyimpulkan sesuatu.
·         Jaringan neural adalah jenis pembelajaran mesin yang terdiri atas unit-unit yang saling berhubungan (seperti neuron) yang memproses informasi dengan menanggapi masukan eksternal, menyampaikan informasi antara setiap unit. Proses ini membutuhkan banyak umpan pada data untuk menemukan koneksi dan mendapatkan makna dari data yang tidak terdefinisi.
·         Pembelajaran mendalam menggunakan jaringan neural yang sangat besar dengan banyak lapisan unit pemrosesan, memanfaatkan kemajuan dalam daya komputasi, dan meningkatkan teknik pelatihan guna mempelajari pola kompleks dalam sejumlah besar data. Penerapan umumnya mencakup pengenalan gambar dan ujaran.
·         Komputasi kognitif adalah subbidang AI yang berupaya untuk melakukan interaksi seperti manusia secara alami dengan mesin. Menggunakan AI dan komputasi kognitif, tujuan utamanya adalah agar mesin dapat mensimulasikan proses manusia melalui kemampuan untuk menafsirkan gambar dan ujaran – kemudian berbicara dengan koheren dalam memberi tanggapan.  
·         Visi komputer mengandalkan pengenalan pola dan pembelajaran mendalam guna mengenali apa yang ada dalam foto atau video. Jika mesin dapat memproses, menganalisis, dan memahami gambar, mesin dapat menangkap gambar atau video secara real time dan menafsirkan sekitarnya.
·         Pemrosesan bahasa alamiah (natural language processing/NLP) adalah kemampuan komputer untuk menganalisis, memahami, dan menghasilkan bahasa manusia, termasuk ujaran. Tahap selanjutnya dari NLP adalah interaksi bahasa alami, yang memungkinkan manusia berkomunikasi dengan komputer menggunakan bahasa sehari-hari yang normal untuk melakukan tugas.

Selain itu, beberapa teknologi memungkinkan dan mendukung AI:
·         Unit pemrosesan grafis merupakan kunci bagi AI karena unit ini menyediakan penghitungan berat yang diperlukan untuk pemrosesan berulang. Melatih jaringan neural membutuhkan data dan juga daya komputasi yang besar.
·         Internet of Things menghasilkan jumlah data yang amat besar dari perangkat-perangkat terhubung, yang sebagian besar tidak dianalisis. Mengautomasi model dengan AI akan memungkinkan kita untuk menggunakan lebih banyak dari AI.
·         Algoritme lanjutan sedang dikembangkan dan digabungkan dalam cara-cara baru guna menganalisis lebih banyak data yang lebih cepat dan pada beberapa tingkatan. Proses cerdas ini adalah kunci untuk mengidentifikasi dan memprediksi kejadian langka, memahami sistem yang kompleks, dan mengoptimalkan skenario unik.
·         API, atau antarmuka pemrosesan aplikasimerupakan paket kode portabel yang memungkinkan untuk menambahkan fungsi AI ke produk dan paket perangkat lunak yang sudah ada. Hal di atas dapat menambahkan kemampuan pengenalan gambar ke sistem keamanan rumah dan kemampuan Q&A yang menggambarkan data, membuat keterangan dan judul, atau memanggil pola dan wawasan menarik dalam data.
Ringkasnya, tujuan AI adalah untuk memberikan kemampuan untuk mengolah input dan menjelaskan output pada perangkat lunak. AI akan menyediakan interaksi yang mirip manusia dengan perangkat lunak dan menawarkan dukungan keputusan untuk tugas tertentu, tetapi AI bukan pengganti manusia – dan tidak akan menggantikan manusia dalam waktu dekat. 
AI memiliki beberapa kategori sebagai berikut :
KategoriAI

AI memiliki 2 kategori yaitu lemah atau kuat. AI lemah (weak AI) yang juga dikenal sebagai AI sempit adalah sistem AI yang dirancang dan dilatih untuk tugas tertentu. Asisten pribadi virtual, seperti Apple Siri, adalah bentuk AI yang lemah. Sedangkan AI kuat (strong AI), juga dikenal sebagai kecerdasan buatan umum adalah sistem AI dengan kemampuan kognitif manusia secara umum. Ketika disajikan dengan tugas khusus, sistem AI kuat dapat menemukan solusi tanpa campur tangan manusia.
Kalau yang tadi kan kita bahas kategori dari AI, nah sekarang aku juga mau ngasih tau beberapa jenis dari AI itu sendiri.
Arend Hintze, asisten profesor biologi integratif dan ilmu komputer dan teknik di Michigan State University, mengkategorikan AI menjadi 4 jenis, dari jenis sistem AI yang ada saat ini hingga sistem yang hidup, yang belum ada. Kategorinya adalah sebagai berikut:

Tipe 1: Mesin reaktif. Contohnya, Deep Blue, program catur IBM yang mengalahkan Garry Kasparov pada 1990-an. Deep Blue dapat mengidentifikasi bagian-bagian di papan catur dan membuat prediksi, tetapi ia tidak memiliki ingatan dan tidak dapat menggunakan pengalaman masa lalu untuk memberi tahu langkah berikutnya. Ini menganalisis kemungkinan langkah lawan dan dirinya sendiri serta memilih langkah paling strategis. Deep Blue dan GoogleGOGO dirancang untuk tujuan yang sempit dan tidak dapat dengan mudah diterapkan pada situasi lain.

Tipe 2: Memori terbatas. Sistem AI ini dapat menggunakan pengalaman masa lalu untuk menginformasikan keputusan masa depan. Beberapa fungsi pengambilan keputusan dalam mobil self-driving dirancang dengan cara ini. Pengamatan menginformasikan tindakan yang terjadi di masa depan yang tidak terlalu jauh, seperti jalur penggantian mobil. Pengamatan ini tidak disimpan secara permanen.

Tipe 3: Teori pikiran. Istilah psikologi ini mengacu pada pengertian bahwa orang lain memiliki keyakinan, keinginan sendiri dan niat yang memengaruhi keputusan yang mereka buat. AI jenis ini belum ada sampai saat ini.

Tipe 4: Kesadaran diri. Dalam kategori ini, sistem AI memiliki rasa diri, memiliki kesadaran. Mesin dengan kesadaran diri memahami keadaan mereka saat ini dan dapat menggunakan informasi untuk menyimpulkan apa yang orang lain rasakan. AI jenis ini belum ada sampai saat ini.
Hampir lupa, kita belum bahas apa sih tujuan dari pembuatan AI atau kecerdasaan buatan itu sendiri :
Menurut Winston dan Prendergast (1984), tujuan kita membuat AI itu ada 3 yaitu ;
1. Membuat mesin menjadi lebih pintar (tujuan utama). Misal kita ambil contoh komputer, mesin itu dibuat yang awal mulanya hanya bisa digunakan untuk mengetik begitu dikembangkan fungsinya sehingga dapat digunakan dalam berbagai macam hal seperti bermain game, mulitmedia, editing, dll.
2. Memahami apa itu kecerdasan (tujuan ilmiah). Seiring dengan laju perkembangan teknologi dengan diciptakannya artificial intelligence itu sendiri dianggap mampu membantu dalam memecahkan masalah secara efektif, efisien, dan lebih teliti.
3. Membuat mesin lebih bermanfaat (tujuan entrepreneurial). Keadaan AI pada mesin dapat meningkatkan akurasi pemrosesan. Hal ini tentunya membuat pekerjaan pun menjadi lebih ringan dan dapat memberikan hasil secara maksimal.
Selanjutnya ada nggak keuntungan lain dan kerugiannya AI itu ?
Keuntungan
1. AI bersifat permanen. maksudnya kecerdasan mereka dapat digunakan berulang2.
2. AI menawarkan kemudahan. tentunya karena berbagai data dari kecerdasan manusia telah disimpan di AI, kita jadi bisa mudah mengaksesnya lagi.
3. AI bersifat konsisten dan teliti. jadi kecerdasan mereka itu tidak akan pernah berkurang.
4. AI dapat didokumentasi. dapat disimpan entah diarsipkan ataupun berupa panduan untuk generasi berikutnya.
Kerugian
1. AI tidak memiliki common sense. common sense sendiri merupakan sesuatu yang membuat kita tidak sekedar memproses informasi, namun kita mengerti informasi tersebut. Kemengertian ini hanya dimiliki oleh kita sebagai manusia.
2. Kecerdasan AI terbatas pada apa yang diberikan kepadanya (terbatas pada program yang diberikan). Alat teknologi artificial intelligence tidak dapat mengolah informasi yang tidak ada dalam sistemnya. Sebagaimana sistem yang hanya digunakan untuk mengenali suara manusia dalam bahasa indonesia, selamanya tidak akan pernah mampu mengenali bahasa yunani tanpa ada fungsi didalamnya.
Contoh dari Artifical Intelligence
Dalam bidang industri

Keberadaannya AI sendiri juga sangat membantu dalam bidang industri seperti halnya pemanfaatan robot yang digunakan dalam merangkai sebuah mesin sehingga mampu memberikan kemudahan dan keamanan terhadap pengelola. Dalam bidang industri

Keberadaannya AI sendiri juga sangat membantu dalam bidang industri seperti halnya pemanfaatan robot yang digunakan dalam merangkai sebuah mesin sehingga mampu memberikan kemudahan dan keamanan terhadap pengelola.
Dalam bidang perfilman

Selain AI juga berperan dalam proses pembuatan film itu sendiri, teknologi AI seperti ini juga banyak diangkat dalam cerita dunia perfilman. Misalnya dalam tokoh animasi seperti robot pengolah sampah Wall-E sampai film aksi Iron Man dan masih banyak lagi.
Contoh Penerapan Artificial Intelligence
1.      SIRI

SIRI
Bagi anda yang menggunakan produk dari Apple. Inc, mungkin sudah tidak asing lagi dengan asisten personal yang satu ini. Adalah SIRI, asisten komputer yang Aplle sediakan pada hampir semua produk elektroniknya mulai dari smartphone, laptop, hingga komputer desktop. Tampilan antar pengguna SIRI berupa suara manusia yang terlihat natural untuk diajak berkomunikasi layaknya manusia pada umumnya. Fungsi SIRI pada perangkat Apple sendiri adalah untuk membantu pengguna mendapatkan informasi, memberikan arahan pada peta, mengatur jadwal dan event, hingga melakukan panggilan ke nomor yang disebutkan. Dilengkapi dengan algoritma Machine Learning membuat SIRI mampu bertambah pintar setiap saat karena mempelajari setiap kebiasaan pengguna sebagai modal di masa mendatang.
2.      Alexa

Alex smarthome
Kecerdasan buatan yang kedua adalah Alexa. Hampir sama dengan SIRI, Alexa juga merupakan salah satu asisten personal cerdas yang bisa membantu kebutuhan penggunanya. Bedanya, Alexa dibuat oleh Amazon untuk ditanamkan pada perangkat pintar dalam konsep Smart Home (rumah pintar) seperti Smart-lamp, Smart-watch, Smart-speaker,dan Smart-TV. Yang paling menarik dari Alexa adalah ia dapat mengetahui di ruangan dan sebelah mana pengguna memberikan perintah. Jadi anda tidak perlu memberikan perintah di depan speaker untuk mendapatkan respons Alexa. Tinggal sebutkan perintah di manapun anda berada, dan Alexa akan meresponnya.
3.      Tesla
Tesla Self-Driving car
Teknologi Self-Driving akhir-akhir ini semakin sering digembor-gemborkan. Bayangkan sebuah mobil bisa menyetir dirinya sendiri tanpa harus di kendalikan oleh supir manusia lagi. Itulah yang mampu di lakukan oleh AI yang disematkan Tesla, salah satu perusahaan otomotif dunia dalam mobil-mobil besutannya. Memang masih banyak pro-kontra dalam AI yang satu ini terkait jaminan keselamatan yang diberikan. Namun pada waktunya, mungkin seluruh mobil di dunia sudah tidak memerlukan sopir lagi.
Nah selanjutnya kita bakalan membedakan kecerdasaan buatan dengan kecerdasaan alamiah

Perbedaan Kecerdasan Buatan dengan Kecerdasan Alami 

Terdapat beberapa perbedaan antara kecerdasan buatan dengan kecerdasan alami, yaitu sebagai berikut:

  1. Kecerdasan buatan lebih bersifat permanen. Kecerdasan alami akan cepat mengalami perubahan. Hal ini dimungkinkan karena kemampuan manusia untuk mengingat sesuatu cukup terbatas. Kecerdasan buatan tidak akan berubah sepanjang sistem komputer dan program tidak di ubah. 
  2. Kecerdasan buatan lebih mudah diduplikasi dan disebarkan. Menduplikasikan pengetahuan manusia dari satu orang ke orang lain membutuhkan proses yang sangat lama, dan juga suatu keahlian itu tidak akan pernah dapat diduplikasi dengan lengkap. Oleh karena itu, jika pengetahuan terletak pada suatu sistem komputer, pengetahuan tersebut dapat disalin dari komputer tersebut dan dapat dengan mudah dipindahkan ke komputer yang lain. 
  3. Kecerdasan buatan akan lebih murah dibanding dengan kecerdasan alami. Menyediakan layanan komputer akan lebih mudah dan lebih murah dibandingkan dengan harus mendatangkan seseorang untuk mengerjakan sejumlah pekerjaan dalam jangka waktu yang sangat lama.
  4. Kecerdasan buatan besifat konsisten. Hal ini disebabkan karena kecerdasan buatan adalah bagian dari teknologi komputer sedangkan kecerdasan alami akan senantiasa mengalami perubahan. 
  5. Kecerdasan buatan dapat didokumentasikan. Keputusan yang dibuat oleh komputer dapat didokumentasikan dengan mudah dengan melacak setiap aktivitas dari sistem tersebut.
  6. Kecerdasan buatan dapat mengerjakan pekerjaan lebih cepat dibanding kecerdasan alami.
  7. Kecerdasan buatan dapat mengerjakan pekerjaan lebih teliti dan lebih baik dibanding kecerdasan alami.
Nah jadi itu beberapa penjelasan AI atau Artifical Intelligence atau kecerdasaan buatan, jadi intinya AI di ciptakan dari hasil pemikiran manusia atau berasal dari kognitif manusia untuk membantu semua kegiatan manusia, yang tidak semuanya bisa di gunakan atau di kerjakan oleh manusia, maka jadi lah AI di ciptakan agar bisa membantu pekerjaan yang tidak bisa di jangkau oleh manusia.
Selanjutnya kita akan sedikit membahas mengenai jurnal tentang Desain Robot Inteligensi Buatan sebagai alat pengajaran medis bebrbasis Pengajaran dan Pembelajaraan Kontekstual, dari muhamaad syariffuddien zuhrie, ismt basuki, IGP Aston B, dan lilik Anifah. yang akan aku bahas satu persatu tapi tidak terlalu luas dan banyak.
Jadi penelitian ini dilakukan dengan menerapkan desain penelitian dan pengembangan tujuan menghasilkan alat pembelajaran dalam bentuk modul robot kit dan kit berdasarkan pengajaran dan pembelajaraan kontektual di Departemen Teknik Elektro untuk meningkatkan keterampilan siswa.
Pembelajaran kontektual sendiri adalah Pembelajaran kontekstual atau contextual teaching and learning (CTL) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi pembelajaran dengan situasi dunia nyata siswa, dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. Strategi pembelajaran kontekstual merupakan strategi pembelajaran yang menekankan pada proses keterlibatan peserta didik secara penuh untuk dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan realitas kehidupan nyata, sehingga mendorong peserta didik untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Elaine B. Johnson pembelajaran kontekstual adalah sebuah proses pendidikan yang membantu para siswa melihat makna di dalam materi yang mereka pelajari dengan menghubungkan subjek-subjek akademik dengan konteks dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Muhammad Muchlis Solichin pembelajaran kontekstual merupakan konsepsi pembelajaran yang membantu guru menghubungkan mata pelajaran dengan situasi dunia nyata dan pembelajaran yang memotivasi siswa agar menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan sehari-hari sebagi anggota keluarga dan masyarakat.
Dalam kelas kontekstual, tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuannya. Guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerjasama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi siswanya. Pengetahuan itu datang dari menemukan sendiri bukan didapatkan dari guru. Begitulah tugas guru di dalam kelas kontekstual. Berdasarkan konsep dasar pembelajaran di atas, maka ada tiga hal yang harus dipahami.
Pertama, pembelajaran kontekstual menekankan pada proses keterlibatan peserta didik untuk menemukan materi, artinya proses belajar diorientasikan pada proses pengalaman secara langsung. Proses belajar dalam pembelajaran kontekstual tidak menginginkan agar siswa hanya menerima pelajaran, tetapi siswa diharapkan mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran.
Kedua, pembelajaran kontekstual mendorong siswa agar dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan situasi kehidupan nyata. Siswa dituntut untuk dapat menangkap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan kehidupan nyata, maka materi itu tidak hanya bermakna secara fungsional, tetapi juga tertanam dalam memori peserta didik sehingga pengetahuan yang ia dapatkan tidak mudah dilupakan.
Ketiga, pembelajaran kontekstual mendorong peserta didik untuk dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari, artinya siswa bukan hanya memahami materi yang dipelajarinya, tetapi bagaimana materi tersebut dapat mewarnai perilakunya dan menjadi bekal dalam mengarungi kehidupan nyata.


Jadi di jurnal itu sendiri itu untuk mengetahu pembelajaran mengenai kontekstual dengan mengunakan metode pembelajaran robot, dan mengetahui seberapa efektifkah pemebelajaran menggunakan modul desain berbasis kecerdasan buatan itu sendiri.
Selanjutnya atau bakal aku bahas di minggu depan ya geng.. untuk sekerang sekian dulu blog yang aku tulis, jikalau ada yang salah atau kurang tepat atau gk menarik, mohon maaf yak arena aku sendiri baru belajar jadi masih kurang paham juga.

Sumber :
Johnson, Elaine B. 2010. Contextual Teaching and Learning, Terj. Ibnu Setiawan. Bandung: Kaifa.
Sumiati & Asra..Metode Pembelajaran. Bandung : CV. Wacana Prima, 2008.
Simon, H.A. 1987. Artificial intelligence, Concise encyclopedia of psychology. New York: Wiley.
Rich, E. dan K. Knight. 1991. Artificial Intelligence. New York: McGraw-Hill.
Kusumadewi, S. 2003. Artificial Intelligence (Teknik dan Aplikasinya). Yogyakarta: Graha Ilmu.


Komentar